BABAD TANAH JAWI BAHASA INDONESIA PDF

By sofiaabdullah dalam Sejarah Indonesia , Sumber Sejarah Oleh : Sofiaabdullah Ketika awal penelitian sejarah beberapa tahun yang lalu, Babad Tanah Jawi dan Naskah-naskah kuno sejenis adalah sasaran utama kami untuk mengetahui sejarah tanah Jawa dan Nusantara langsung dari penulis nusantara, bukan teori-teori milik para sejarawan era kolonial. Ternyata tidak seperti harapan kami sebelumnya, yang mengira akan menemukan sejarah Nusantara yang asli, alih-alih kami menemukan banyak hal yang tidak patut dan seronok ketika membaca naskah-naskah ini. Naskah demi naskah kami telusuri sebagai bahan perbandingan isi naskah, dan lagi-lagi kami menemukan banyak hal yang janggal, yang rasanya mustahil ditulis oleh para pujangga keraton yang ilmunya tinggi dan memahami sejarah negeri ini dengan bahasa yang fasih. Akhirnya penelusuran melalui naskah kuno kami hentikan sementara, beralih pada bukti sejarah yang lain berupa bukti bangunan, silsilah, diskusi dengan para ahli sejarah dibidangnya masing-masing dan catatan para orientalis Eropa yang datang ke Nusantara sekitar abad ke dan Kami beralih pada bukti sejarah yang lain bertujuan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Nusantara pada masa naskah-naskah ini dibuat. Dari hasil penelusuran yang kami lakukan Rusaknya mayoritas naskah-naskah kuno di Indonesia sangat erat kaitannya dengan politik dan kekuasaan yang ada saat itu, karena penguasa memilki peran yang sangat penting dalam melestarikan atau merusak sejarah suatu bangsa.

Author:Katilar Tozragore
Country:Senegal
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):10 July 2006
Pages:413
PDF File Size:14.85 Mb
ePub File Size:7.64 Mb
ISBN:120-4-68536-266-4
Downloads:70035
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kisida



Turki atau Kitab Bahriyah dalam Bhs. Tanjung anom Semoga dengan adanya tulisan ini bisa menjadi bahan rujukan maupun penelitian yang mendalam mengenai asal usul Bangsa Jawa Jawa Dwipa mulai dari nenek moyang sebelum adanya Aji Saka Pangeran Sarkil maupun tonggak Sejarah adanya Penanggalan atau huruf jawa Hono coro kho…… yang kesemuanya itu bahwa Bangsa Jawa adalah Penganut agama Taukhid mengenal satu Tuhan dan memakai hukum zabur sebelum Nabi Muhammad SAW lahir Sejak Betara Ismaya Semar yang merupakan cikal bakal yang baurekso tanah jawa hidup, sungguh sangat disayangkan belum adanya penulisan yang begitu mendetail mengenai kehidupan bangsa jawa.

Maka dengan adanya Babad Tanah Jawi ini bisa menjadi Obat Penawar Rindu pembawa inspirasi untuk penulis sejarah Bangsa jawa yang merupakan sebuah Bangsa Yang memiliki Budaya luhur yang berakar pada suatu simpul sejarah, yaitu adanya hubungan yang erat mulai dari sejarah Bani Jawan cikal bakal bangsa Jawa hingga adanya Pangeran Aji Saka yang notabene merupakan penduduk keturunan Raja Syarkil Hindia Belakang India yang menurut sejarah Bangsa — bangsa, Jawa dan India adalah sama sebelum jaman es II mencair.

Akhirnya semoga dengan penulisan Babad Tanah Jawi ini generasi muda tahu sedikit banyak tentang sejarah Bangsa Jawa yang merupakan Mercusuar Dunia yang hilang, ditelan ombak kehidupan yang ditenggelamkan oleh pengaruh — pengaruh luar sehingga lupa akan keberadaanya sendiri….! Masa Nabi Sulaiman AS. Pada masa Nabi Sulaiman A. Beliau diutus Allah untuk mengatur dan memelihara Bumi dan isinya dan menata hidup masyarakat apapun yang berada diatas Bumi dan memelihara bahan — bahan yang berada didalam bumi termasuk Udara dan apapun yang ada diantara Bumi dan Langit juga mengatur dan melaksanakan hukum Zabur bagi mahluk Ghaib lelembut Zin , bananul jin, Peri perahyangan , dan lain sebagainya Tentaranya terdiri dari golongan Bangsa manusia dan mahluk ghaib jin, bananul jin , peri perayangan dan lain sebagainya mereka semua tunduk kepada kepemimpinan Nabi Sulaiman a.

Diantara orang — orang yang datang berguru kepada Nabi Sulaiman a. Pada suatu hari Nabi sulaiman a. Sesampainya di Baitul Magdis , Nabi Sulaiman. Dengan direstui dan didoakan oleh Nabi Sulaiman a. Sebagian Budak — budak yang telah dibebaskan banyak yang ikut Armada angkatan LautAji Saka dengan membawa pula sanak saudaranya. Tak beberapa lama akhirnya sampailah mereka didaratan yang dimaksud yaitu daratan Tanjung Anom sebelum bernama Jawa Dwipa ; disebelah utara Jawa akan tetapi daratanya berawa — rawa dan tidak bisa diinjak kaki dan kapal — kapalnya tidak bisa berlabuh.

Sebab pada masa itu P. Sumatra , Jawa, Nusa Tenggara barat , Nusa Tenggara Timur masih bergandengan sebagai suatu daratan panjang, belum ada selat — selatnya diantara mereka. Diantara P. Sejak saat itu terpecahlah P. Jawa dengan P. Sumatra oleh adanya selat Sunda , Begitu pula dengan pulau — pulau lainnya baik NTB maupun NTT terpecah — pecah karena munculnya selat — selat diantara mereka. Hingga akhirnya mendaratlah Armada P.

Ajisaka beserta rombongan berhasil masuk kepedalaman dikawasan Hutan Jawa bagian selatan dan banyak berkenalan dengan penduduk aslinya. Ajisaka beserta rombongan bekerja membuka hutan yang masih perawan , ganas dan keramat untuk tempat tinggal mereka, demi melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh Nabi Sulaiman a.

Dengan cara izin kepada yang membuka pertama kali supaya pekerjaan selanjutnya menjadi lancar , seperti halnya orang hendak masuk ke sebuah Rumah harus izin dulu kepada yang punya Rumah, begitu pula apabila hendak membuka satu daerah baru. Pekerjaan Ajisaka dan Orang — orang dari Hindia Belakang tersebut berhasil tiada hambatan apapun dan mereka berhasil membuka ladang — ladang yang baru untuk bercocok tanam.

Ajisaka berpesan bahwa Duro setyo tidak boleh menyerahkan keris sakti tersebut kepada orang lain selain kepada Ajisaka sendiri. Setyo berjanji menjaga dan merawat keris sakti tersebut, sedangkan Ajisaka bersama Abdi yang satunya yaitu Tuhu sembodo hendak pergi melaksanakan tugas untuk mengeringkan rawa — rawa supaya bisa dipakai untuk bercocok tanam oleh Penduduk.

Seluruh Negeri sangat tidak menyukai Raja itu dan setelah kehadiran Pangeran Ajisaka di Tanjung Anom , Rakyat lebih setuju kalau Pangeran Ajisaka yang menggantikan menjadi Raja karena beliau banyak berjasa kepada tanah Tanjung Anom. Tatkala patih krajaan sedang berkelilingh mencari Pemuda — pemuda untuk dijadikan makanan buat rajanya Dewata Cengkar datanglah Pangeran Ajisaka menawarkan diri supaya dimakan oleh Dewata Cengkar dan mengenalkan diri sebagai Pendeta Muda bernama Ajisaka yang datang dari Hindustan.

Melihat Pangeran Ajisaka tertariklah hatinya apalagi setelah Ajisaka mau dimakan asalkan Raja Dewata Cengkar memberi Tanah seluas sorban yang ada dikepala Ajisaka, Tertawalah raja Kanibal itu , betapa ringan syaratnya dan tentu saja dikabulkan. Dalam perjalanan hidup selanjutnya , Pangeran Ajisaka berumah Tangga dan mempunyai keturunan.

Diantara keturunan beliau yang masih tersisa berada pada sebagian kecil Masyarakat Jawa yang berada di kampung kecil di sekitar Danau Ranu Pane di lereng gunung Semeru, mereka punya bukti semacam catatan bahwa mereka masih keturunan Ajisaka. Tiada seorangpun tidak pernah lupa. Rasa penyesalan itu terbawa terus dalam kehidupanya sehingga beliau ingin mengasingkan diri mengurangi Dosa — dosanya. Mangga Bathangga artinya menjadi Bathang mayat kembali, pada akhirnya semua mahluk hidup akan menjadi mayat kembali , hanya Tuhan yang tiada pernah mati dan maha kekal abadi.

Lewat merekalah disebarkan keseluruh rakyat JawaDwipa untuk mempelajari tulisan , Penanggalan serta Hitungan Jawa. Lengkap sudah tugas Ajisaka mengemban tugas yang dibebankan oleh Nabi Sulaiman as. Kemudian Ajisaka kembali lagi ke Pulau Maceti untuk bertapa kembali membersihkan diri dari dosa — dosa nya, bertahun — tahun lamanya ia bertapa kemudian datanglahKomandan Betara Grinjing Wesi ke tempat Pertapaan Ajisaka di Pulau maceti.

Dalam keadaan gundah dulana tiba — tiba datanglah seorang Pemuda tampan berpakaian bangsawan kuna Model pakainya seperti pakaian Bangsawan sebelum adanya Ajisaka ke tanah jawa , Pemuda itu mengenalkan dirinya bernama Pangeran Baroklinting. Kyai baroklinting memohon kepada Ajisaka supaya Sebaiknya menyerahkan Ajimat Kalimosodo yang kelak akan datang kepada Kyai baroklinting saja sebab Kyai baroklinting adalah Penduduk asli jawa , sedangkan Ajisaka belum tentu menetap terus di Jawa, yang kemungkinan hari tuanya bisa saja kembali ke tanah air nya di Hindustan.

Jawaban Ajisaka tetap tidak akan menyerahkan Ajimat Kalimosodo kepada siapapun sekalipun nyawa sebagai taruhannya. Adapun Kyai baroklinting adalah salah satu anak raja di jawa purba Kuno sebelum menjadi tanjung anom sebelum Asia tergenang Air bah gletser mencair jaman es II dulu Kyai baroklinting memiliki salah satu ilmu ular yaitu bisa berumur panjang sebab bisa berganti —ganti kulit Mlungsungi yang hobinya bertapabrata karena mencari kesempurnaan hidup mencontoh Kaisar Yudhistira Puntadewa namun tidak pernah memilik ilmu ular seperti yang dimiliki Kyai baroklinting ,Yudistira hanya memiliki ilmu kesabaran, kejujuran dan terjun didalam dunia ilmu hakekat melepaskan tahtanya dan pergi dari lingkungan keluarganya untuk melksanakan Dharma di Arcapada mencari kesempurnaan hidup dan supaya kelak menjadi mati sempurna Kyai Baroklinting bertapabrata beratus — ratus tahun ingin mencari kesempurnaan hidup , akan tetapi belum pernah datang wangsit apapun dari Tuhan yang maha Esa kepada Kyai baroklinting, melihat dari mata batinnya di Tapabratanya , Kyai Baroklinting melihat Nabi Sulaiman a.

Karena masing — masing pergegang pada pendiriannya sehingga terjadilah perang tanding berhari — ahri dan tiada yang kalah dan yang menang. Apabila bisa melaksanakan semacam itu , maka ajisaka langsung akan menyerahkan Ajimat Kalimosodo kepada Kyai baroklinting. Tertariklah hati Kyai baroklinting dan ingin melaksanakan semacam itu dan tidak perlu harus perang lagi yang banyak menguras tenaga dan ilmu.

Setelah tubuhnya bisa melingkar di gunung Merapi dan ujung lidahnya hendak bertemu , tiba — tiba tanpa disangkanya langsung Ajisaka mencabut keris saktinya dan dengan cepat memutus lidah Kyai baroklinting yang sedang menjulur , putuslah lidah Kyai baroklinting dan seketika itu jatuh Pingsanlah Kyai baroklinting lalu ditinggallah oleh Ajisaka kembali kepulau Maceti.

Setelah Kyai Baroklinting bangun dengan kesakitan, dia berdiam diri di gunung Merapi betapa brata. Dia mengakui kalah dengan ajisaka karena terbujuk dan malu menjadi Pangeran gagu , tidak bisa bicara lagi bila berujud manusia lagi.

Sedangkan Ajisaka , tidak lama melaksanakan Tapabrata lagi di Pulau Maceti. Hono pun meminta supaya Ajimat Kalimosodo yang akan datang diberikan nya saja padanya supaya kelak Hono bisa mati sempurna. Pada masa Nabi Sulaiman a. Dalam pertapaannya , mata batin Hono melihat Kaisar Puntadewa mendapatkanAjimat Kalimosodo , timbullah iri hatinya; mengapa dia yang juga bertapa mensucikan diri bertahun — tahun tak terhitung lamanya tidak mendapatkan ajimat yang bisa menyempurnakan saat kematian manusia.

Hendak meminta kepada kaisar Puntadewa , bagi Hono sangat malu karena dulu beliau adalah kaisarnya dan tak pantas benar bila meminta kepada kaisar yang sangat dihormatinya , jadi Hono diam saja. Namun setelah Ajisaka hendak dikirim Ajimat tersebut oleh Nabi Sulaiman a. Hono bergerak hatinya untuk memintanya karena Ajisaka bukan siapa — siapa baginya dan umurnya terlalu muda untuk mendapatkan ajimat tersebut.

Adapun jawaban Ajisaka adalah tetap tidak akan memberikan ajimat tersebut kepada siapapun juga walaupun nyawa taruhanya. Sehingga terjadilah Perang tanding berhari — hari tiada yang kalah dan yang menang , namun setelah keduanya sama — sama mengeluarkan keris — keris saktinya yang sama — sama berasal dari empu — empu dari negeri Hindustan, mereka berhasil mengalahkan satu dengan yang lainya.

Ajisaka berhasil membunuh Hono, dan Hono pun berhasil membunuh Ajisaka. Keduanya sampyuh mati bersama — sama. Yang pada akhirnya diantara Budak — budak kaum israil yang terinjak — injak Babilon muncullah Nabi Danial. Kalaupun sejarah menyatakan Ajisaka beragama Hindu , kita tidak bisa menyalahkan sebab memang Ajisaka berasal dari Negeri Hindu yaitu Hindustan yang memang kedua Orang Tuanya beragama Hindu, juga terlalu lamanya Agama Hindu menguasai tanah Jawa , juga Negeri jawa pernah terjajah Belanda kurang lebih Tiga setengah abad Tahun yang mana banyak peninggalan — peninggalan yang dikuasai dan dipelajari oleh penjajah dan kebanyakan Penemu dan penulis — penulis sejarah kita adalah Bangsa Belanda yang notabene adalah Penjajah Belanda.

Apakah sejujurnya mereka Penulis — penulis Belanda menunjukkan bukti tulisan — tulisan kuno tersebut sesuai dengan aslinya ataukah mungkin sudah diubah disana sini? Wallahu Akhlam hanya Allah yang tahu. Terserah generasi Penerus Bangsa Jawa Indonesia ,apakah begitu saja percaya dengan yang ada sekarang ini ataukah tergerak untuk menyelidikinya kembali??.

Raya Bunut Wetan atau SMS ke , Kami hanyalah menulis yang sedikit kami ketahui sedangkan pembaca adalah jembatan penyempurna tulisan kami.

FM 5-482 PDF

‘Membaca’ Babad Tanah Jawi

Kilkree From Wikipedia, the free encyclopedia. There are many methods out there on how to bypass surveys, however most have been patched, or they are tanxh old and. Picnics are the best. Not only will it drive traffic and leads through your content, but it will help show your expertise with your followers. In tanag, the thing that is certain about defining literature is that the definition will change.

EPITAXIAL GRAPHENE ON RUTHENIUM PDF

BABAD TANAH JAWI BAHASA INDONESIA PDF

Ricklefs, dalam Sejarah Indonesia Modern "Babad Tanah Jawi menuturkan peristiwa-peristiwa berdarah dalam sejarah Jawa prakolonial dengan bahasa yang lugas dan apa adanya. Namun tidak banyak jejak yang terekam dalam catatan tertulis. Babad Tanah Jawi merupakan satu dari sangat sedikit penuturan sejarah Jawa yang bisa terdokumentasikan. Sebuah era ketika Jawa dirongrong oleh Perang Takhta, dan Mataram mulai terpecah belah menjadi Yogyakarta dan Surakarta. Hanya ada dua versi Babad Tanah Jawi yang dianggap orisinal dan berbobot oleh para sejarawan; versi Meinsma terbit dan W. Olthof terbit Menurut sejarawan M.

LEGO 6898 PDF

Babad Tanah Jawi

.

Related Articles